CULTURAL
Quo Vadis Kalelon Wakan
Published
6 years agoon

Grup Kalelon tidak hanya dari Wakan. Ada grup Kalelon lain, yaitu Group Kalelon Sematuari, berasal dari Tompaso Baru. Bila kita melihat di Worldcat libraries, album Kalelon baik Wakan maupun Sematuari, tercatat disana. Walaunpun memang kedua grup Kalelon ini mempunyai perbedaan yang mencolok. Kalelon Wakan juga lebih dikenal dan sekarang ini lagunya banyak beredar dalam format digital.
Tidak bisa dipungkuri Kalelon Wakan turut mempengaruhi cita rasa Kalelon di daerah Minahasa Selatan. Terlebih di daerah kecamatan Motoling lama. Ini terlihat dari syair-syair yang mirip dengan syair Kalelon Wakan. Kemungkinan, banyak lagu Kalelon di daerah sana yang terpengaruh oleh Kalelon Wakan. Apalagi sejak tahun 50-an, Kalelon Wakan banyak beredar luas di daerah sana.
Kalelon Wakan tidak hanya mempegaruhi seniman Kalelon di daerah Minahasa bagian selatan. Ternyata ia juga memiliki pengaruh bagi seniman Maka’aruyen di daerah Minahasa bagian tengah. Kalelon Wakan dijadikan sebagai sumber inspirasi dan sumber belajar. Hal ini seperti diakui oleh Yoke Saerang, seniman Maka’aruyen asal Ampreng.
“Qt ja dengar Kalelon Wakan, Maka’aruyen Tompaso Baru Deng Tumareran”, tuturnya.
Yoke juga mengatakan bahwa ia sering mendegar Kalelon Wakan karena syair-syairnya yang begitu menghanyutkan.
You may like

Soal Berminahasa

Kelung um Wanua Tou Mu’ung: Sejarah dan Spirit IMT Unima

Tomohon 1946, Ketika Pemuda Merebut Kebebasan

Membaca Jalan Jurnalis di Era Tsunami Informasi

Masayouu: Perang Melawan Roh dan Ketidakseimbangan Relasi Manusia-Alam Semesta

Ironi Minahasa Utara: Bupati Akui Tambang Merusak, Konflik Agraria Tak Terselesaikan









Pingback: Kaset, Pita Penghubung Kebudayaan tahun 1980-an – Kelung