
Rabu 29 Juli 2026 Penulis: Hendro Karundeng Hari itu Rabu, 29 Juli 2026 dimulai dengan dering alarm telepon yang berbisik lamban membuka mata. Ayam tak lagi...

24 Juli 2026 “Dari ruang sederhana itulah, mungkin beberapa tahun mendatang, akan lahir penulis-penulis muda yang bukan sekadar pandai menyusun kalimat, tetapi juga mampu menjadi saksi...

1 Juli 2026 “Selain kristenisasi ada juga faktor lain, yaitu perubahan zaman yang kian cepat. Budaya Minahasa, seolah terpinggir dari arus deras zaman. Sama seperti waruga...

9 April 2026 “Beragam versi cerita tentang Tareran itu bukan persoalan tapi justru kekayaan yang harus kita terima. Karena dari setiap kisah itu tersimpan banyak nilai...

25 Maret 2026 “Salah satu nama yang sering didengar dalam perjalanan kali ini adalah Gubernur H. V. Worang. Tou Minahasa yang satu ini barangkali adalah sosok...

23 Maret 2026 “Sekarang tinggal orang-orang tua yang masih ber-mahrani. Berharap, akan ada anak-anak muda yang boleh melanjutkan tradisi sarat pengetahuan ini. Pengetahuan tentang tata cara...

18 Maret 2026 “Perjuangan ini memang masih panjang dan terjal, penuh dengan hambatan birokrasi dan kepentingan modal. Namun, semangat yang terpancar dari Nimawanua Kakaskasen telah menyalakan...

16 Maret 2026 “Cerita mengenai siapa pemilik jejak telapak raksasa di perkebunan Mo’mo belumlah bulat. Dalam ragam penuturan orang tua, tetua kampung dan keterangan dari berbagai...

9 Maret 2026 “Bahwa di bawah langit yang sama, di atas tanah yang kita pijak bersama, selalu ada ruang untuk duduk melingkar, memecah stigma, dan merayakan...