Connect with us

BERITA

MKM Wanua Kinilow Satu Resmi Dikukuhkan

Published

on

Penulis: Hendro Karundeng

Tomohon – Seminar Budaya “Wongken Wo Werun” Bahas Penetapan Tahun Berdirinya Wanua Kinilow, Upaya menggali dan menetapkan sejarah berdirinya Wanua Kinilow memasuki babak penting.

Pemerintah Kelurahan Kinilow dan Pemerintah Kelurahan Kinilow Satu bersama Panitia Penyusunan Sejarah Wanua Kinilow menggelar Seminar Budaya “Wongken Wo Werun” dengan tema Penentuan Tahun Berdirinya Wanua Kinilow, Rabu (1/7/2026), di halaman Kantor Kelurahan Kinilow.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam merumuskan sejarah berdirinya Wanua Kinilow melalui pendekatan ilmiah, kajian budaya, sejarah lisan, serta berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Seminar juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) Kota Tomohon Wanua Kinilow dan Wanua Kinilow Satu.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan Grup Kolintang Kinilow serta mendapat dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga budaya, pelaku usaha, sponsor, dan media massa yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Penetapan Sejarah WanuaSeminar budaya menjadi wadah bagi para tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, budayawan, serta pemerintah untuk menyamakan persepsi mengenai sejarah Wanua Kinilow. Hasil seminar diharapkan menjadi dasar dalam menetapkan tahun berdirinya Wanua Kinilow sekaligus menjadi pijakan penyusunan sejarah resmi yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pelestarian identitas budaya Minahasa di tengah perkembangan zaman, sehingga sejarah, adat, bahasa, serta nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga.

Pengukuhan Pengurus MKM Wanua Kinilow SatuDalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dikukuhkan jajaran Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) Kota Tomohon – Wanua Kinilow Satu.

Majelis Kelung um Wanua yaitu: Seska Mangundap, S.Kep, Refly P. Supit, SE, Julius Pangalila, S.Pd., MAP, Rendra Musak, S.IP, Permana Pangalila, S.SosB.

Majelis Pahtutua’an um Wanua yaitu: Marten Lumanauw, Waladimer Pangalila, Max Manopo, S.Pd, Benny Liuw, Welly Liuw, Ening Pangalila, Nontje Musak, Margaretha Musak, Jidon Rapar, Ani Rapar, Prof. D.Tech., Sc. Ir. Markus Lasut, M.Sc., IPU, Drs. Daniel E. Pontonuwu, MAP, Ir. Yusuf TapeheC.

Majelis Tonaas um Wanua yaitu: (Ketua) Yedry F. Pangalila, ST (Wakil Ketua)

Bidang Pelestarian dan Perlindungan Cagar Budaya, Ronny Sanggor, Bidang Literasi Budaya dan Permuseuman – Febry Kaunang. Bidang Adat Istiadat, Hukum Adat dan Pengetahuan Tradisional, Hanny Undap. Bidang Kreativitas dan Publikasi, Donny Mongan, Bidang Humas dan Kemitraan Soleman Runtulalo, Bidang Seni Budaya dan Bahasa, Agus Sanggor, Bidang Usaha dan Ekonomi Budaya, Sinyo Undap, Bidang Perempuan Adat dan Perlindungan Anak, Ivone Rogi, Bidang Olahraga dan Teknologi Tradisional, Robby Kandouw, Bidang Seni Pertunjukan dan Permainan Rakyat, Ferdy Wawoh, Bidang Pendidikan dan SDM, Ferdinand Rompas, SE, Bidang Tradisional Lisan dan Manuskrip, Joseph Kowaas, Bidang Pemuda Adat dan Waraney, Yudi Buge.

Sekretariat yaitu: (Sekretaris) Fentje Y. Longdong, (Wakil Sekretaris) Thopan Kaunang Charles Manopo, (Bendahara) Feibe Kourow, (Wakil Bendahara) Marie Polakitan.

Juga anggota: Marten Sanggor, Ruddy Lasut, Agustinus Walewangko, Eddy Lasut, Jerry Rumorong, Ansye Pangalila, Margaretha Warongan, Fintje Lumanauw, Nontje Polii, Jonny Tumanbow, James Sulu, Adry Parengkuan, Putri Undap, Rommy Polakitan, Robert Pusung.

Komitmen Bersama Melestarikan BudayaDengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Majelis Kebudayaan Minahasa Wanua Kinilow Satu diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Minahasa melalui pelestarian adat istiadat, bahasa daerah, sejarah, manuskrip, seni budaya, permainan tradisional, pemberdayaan perempuan adat, pengembangan ekonomi budaya, hingga pembinaan generasi muda.

Seminar Budaya “Wongken Wo Werun” sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah Wanua Kinilow. Selain menghasilkan kajian mengenai penetapan tahun berdirinya wanua, kegiatan ini memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya Minahasa agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi yang akan datang.